Tips Untuk Menjaga Kesehatan Anak Balita

Tips Untuk Menjaga Kesehatan Anak Balita

Kesehatan Anak Balita – Dengan fisik yang prima dan daya tahan tubuh yang maksimal maka kuman penyakit enggan mendekati balita. Agar anak tidak mudah sakit sebenarnya tidak sulit. Simak beberapa kiat menjaga kesehatan balita berikut.: Pertama, jangan abaikan makan. Idealnya, balita mendapat asupan zat gizi seimbang agar memiliki daya tahan tubuh yang cukup untuk menangkal penyakit. Hal ini bisa diperolehnya jika makanan mengandung ketiga golongan bahan makanan, yakni zat pembangun (protein), zat tenaga (karbohidrat dan lemak) dan zat pengatur (vitamin dan mineral). Komposisinya pun sebaiknya  20-30% lemak, 50-70% karbohidrat dan 10-15% protein.

Perhatikan asupan cairan. Selain makanan, jangan dilupakan asupan cairan buat balita. Sumber cairan penting adalah jus buah, susu dan air putih. Untuk susu, pilih yang sesuai dengan usianya. Agar balita tak keburu kenyang, berikan susu setelah balita makan. Setiap habis makan, berikan balita air putih sebagai selingan. Demikian juga jus, dapat diberikan sebagai selingan pada pagi dan sore hari. Ukuran pemberian per hari susu sebanyak  2 sampai 3 gelas (@200 mililiter),  jus buah (120 mililiter), dan air  2 sampai 3 gelas.

Fisik prima tidak hanya datang dari makanan. Kebersihan diri juga wajib dijaga. Balita usia 2 sampai 3 tahun umumnya sudah bisa mencontoh orang lain. Untuk itu, biasakanlah batita untuk mandi 2 kali sehari. Biasakan balita untuk menyabuni seluruh tubuh dan lipatan-lipatan tubuh. Setelah itu mandi, keringkanlah tubuhnya. Jumlah gigi balita sudah mulai banyak, jadi gunakan sikat gigi untuk membersihkan giginya. Jika balita sudah bisa berkumur-kumur, Anda boleh memberinya pasta gigi. Agar balita mau sikat gigi, ajak ia sikat gigi bersama, balita biasanya senang meniru tingkah orangtuanya. Ajari balita untuk cuci tangan dengan menggunakan sabun setiap kali mau makan, sehabis makan, sehabis main di luar dan juga sehabis buang air.  Biasakan balita mencuci kakinya setiap kali mau naik ke tempat tidur, setelah bermain dan setelah bepergian.

Tak usah pusing kalau anda melihat balita yang aktif bergerak. Berlari, memanjat, dan sebagainya. Yang paling penting, Anda jangan lengah mengawasinya agar tak terjadi hal yang membahayakan seperti tersengat listrik ataupun jatuh dari tangga.

Setiap hari, sebaiknya anak bergerak minimal 1 jam (jumlah akumulatif). Tapi, jangan berlebihan pula, misalnya lebih dari 2 jam per harinya. Bentuk aktivitasnya dapat bermacam-macam, misalnya bermain bola bersama orangtua, berlari, bergoyang-goyang atau berayun-ayun,  mengikuti irama lagu. Manfaat yang bisa didapat bagi kesehatan tubuh balita yaitu aliran darah lancar, daya tahan tubuh lebih baik. Serta mengurangi risiko kegemukan.

Balita yang memiliki gangguan tidur, dikhawatirkan proses pengeluaran hormon akan terganggu. Akibatnya, terjadi gangguan pertumbuhan, misalnya proses belajar dan daya ingat dan mengganggu pembentukan sistim kekebalan tubuh balita. Untuk itu, biasakan balita tidur siang sekitar 1 sampi 2 jam.

Pada balita yang berusia 15 – 18 bulan, ada ulangan ke-4 imunisasi wajib polio dan DTP serta imunisasi yang dianjurkan, yaitu Pneumokokus (PVC) dan Hib. Pada usia 2 tahun, balita bisa diberikan imunisasi Thyphus dan Hepatitis A. Tujuan imunisasi yaitu agar zat kekebalan tubuh balita terbentuk, sehingga risiko mengalami penyakit yang bersangkutan lebih kecil. Bisa jadi biaya imunisasi mahal, namun jika balita jatuh sakit, biaya pengobatan dan perawatannya akan jauh lebih mahal jika dibanding biaya imunisasi. Itulah beberapa Tips Untuk Menjaga Kesehatan Anak Balita.

Baca artikel sebelumnya juga ya…

Tips Menjaga Kesehatan Anak Usia Dini

Dapat ALPHARD hanya dengan bekerja 3 jam per hari

Tips-cara-melangsingkan-tubuh-yang-sehat-aman-dan-alami

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *