Kesehatan Anak Hasil Bayi Tabung

Kesehatan anak hasil bayi tabung – Bayi yang lahir lewat proses in vitro fertilization (IVF) atau yang disebut bayi tabung ini sering kali di anggap tidak bisa tumbuh semaksimal bayi yang lahir dari hasil pembuahan secara alami. Akan tetapi anggapan ini tidak benar. Sebab bayi tabung mempunyai tingkat kesehatan sama baiknya dengan bayi yang lahir lewat proses pembuahan normal dan juga alami.

Kesehatan Anak Hasil Bayi Tabung

Bayi tabung memang harus melewati serangkaian prosedur sebelum terbentuk menjadi embrio, dan berhasil melekat di dinding rahim untuk selanjutnya berkembang dan bertumbuh selama sembilan bulan berikutnya. Karena lewat banyak prosedur inilah, banyak yang menganggap jika ada gangguan yang terjadi, maka bayi tabung juga akan mengalami ketidaksempurnaan. Selain itu, adanya stimulasi hormon, stimulasi kesuburan dan juga pembuahan di luar tubuh manusia menjadi faktor yang dianggap sangat memungkinkan untuk mengakibatkan hal ini.

Pada saat persalinan, berbagai risiko yang bisa menyertai kelahiran bayi tabung ini meliputi :

  1. Kelahiran prematur
  2. Bobot bayi yang di bawah bobot normal pada saat baru dilahirkan.

Sampai saat ini, belum diketahui secara pasti keamanan dari praktik bayi tabung pada kesehatan bayi di masa depannya, akan tetapi kebanyakan bayi tabung bisa menjalani hidup dengan normal dan juga sehat layaknya bayi yang dilahirkan lewat pembuahan yang normal. Bobot tubuh anak yang tumbuh dewasa sebagai bayi yang dilahirkan dengan cara proses bayi tabung ini juga terbukti normal dengan indeks massa tubuh yang sehat dan juga melewati masa puber dengan cara normal. Bahkan selain itu, kemampuan kognitif dan juga prestasi anak yang dilahirkan lewat proses bayi tabung pun juga setara dengan anak yang dilahirkan lewat hasil pembuahan secara normal.

Ada suatu penelitian di Australia oleh para pakar yang menunjukkan bahwa anak yang dilahirkan lewat proses bayi tabung memang mempunyai presentase yang lebih tinggi dalam hal riwayat rawat inap di rumahsakit, penyakit asma dan juga alergi, sebesar 7% lebih rentan bila dibanding anak-anak yang lahir lewat proses pembuahan alami. Pun demikian, penyebab rawat inap yang ada di rumah sakit ini tidak konsisten terdiri dari gejala tertentu saja. Memang kebanyakan anak proses bayi tabung tidak mengalami kondisi kesehatan yang serius macam apapun atau gangguan selama masa pertumbuhan. Hal-hal yang diduga ini bisa memicu kondisi kesehatan misalnya seperti asma dan juga alergi pada anak yang lahir lewat proses bayi tabung melewati :

  1. Kecenderungan orang tua yang kerapkali membawa anak kelahiran bayi tabung ke dokter sebab insting protektif yang jauh lebih besar pada anak kelahiran bayi tabung.
  2. Kecenderungan orang tua yang terlalu melindungi anak kelahiran bayi tabung ialah terhindar dari paparan debu atau kotoran, yang memang bisa meningkatkan kerentanan anak pada alergi.
  3. Adanya kemungkinan kecil yang di karenakan oleh perawatan bayi tabung yang berbasis peningkatan kesuburan yang selanjutnya mempengaruhi kesehatan anak kelahiran dari bayi tabung.

Pada dasarnya, penelitian yang jauh lebih lanjut ini masih tetap diperlukan. Akan tetapi sejauh ini, telah terbukti bila kebanyakan anak yang dihasilkan lewat prosedur panjang dan bertahap bayi tabung tetap bisa tumbuh dengan sehat dengan kualitas hidup dan kecerdasan yang setara dengan anak hasil pembuahan secara alami. Demikian artikel terkait kesehatan anak hasil bayi tabung, semoga bermanfaat.

Baca artikel sebelumnya juga ya…

Cara Menjaga Kesehatan Gigi Anak Sekolah

Dapat ALPHARD hanya dengan bekerja 3 jam per hari

Tips-cara-melangsingkan-tubuh-yang-sehat-aman-dan-alami

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *