Indikator Kesehatan Ibu dan Anak

Indikator kesehatan ibu dan anak – Tidak bisa dipungkiri, kualitas kesehatan anak di Indonesia masih perlu memperoleh perhatian yang serius. Hal itu bisa dilihat dari berbagai indikator kesehatan anak yang dilaporkan berbagai sumber. Indikator yang pertama yang menentukan derajat kesehatan anak ialah angka kematian bayi. Menurut laporan Badan PBB untuk masalah anak, tingkat kematian anak atau bayi di Indonesia masih relatif cukup tinggi. Memang berbagai masalah kesehatan yang dihadapi anak tidak terlepas dari minimnya dukungan lingkungan sosial, sebab dalam hal ini dukungan pada kaum perempuan atau ibu.

Indikator Kesehatan Ibu dan Anak

Masih menurut UNICEF, ada hampir 10.000 wanita Indonesia meninggal setiap tahun sebab masalah kehamilan dan juga persalinan. Padahal, masa kehamilan dan juga masa persalinan merupakan salah satu fase vital untuk kelangsungan hidup anak. Kualitas kesehatan di masa kanak-kanak dan juga dewasa akan sangat ditentukan dari proses panjang sang ibu dari mulai sejak persiapan kehamilan hingga proses persalinan sampai fase tumbuh kembang sang anak.

Maka dari itu, Indonesia saat ini tengah berupaya memenuhi salah satu target Pembangunan Millenium dalam bidang kesehatan, yaitu menurunkan Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Bayi.  Indikator kesehatan ibu dan anak yang paling pertama ialah tercapainya kemampuan hidup sehat lewat peningkatan derajat kesehatan yang optimal untuk sang ibu dan keluarganya untuk atau mempercepat pencapaian target Pembangunan Kesehatan Indonesia. Adapun beberapa tujuan khususnya ialah :

  • Meningkatnya kemampuan ibu dalam mengatasi kesehatan diri dan juga keluarga dengan memakai teknologi tepat guna dalam upaya pembinaan kesehatan keluarga.
  • Meningkatnya upaya pembinaan kesehatan balita dan juga anak prasekolah dengan cara mandiri di dalam lingkungan keluarga
  • Meningkatnya jangkauan pelayanan kesehatan bayi, ibu hamil, anak balita, ibu nifas, ibu bersalin serta ibu menyusui.
  • Meningkatnya mutu pelayanan kesehatan untuk ibu hamil, ibu bersalin dan balita.

Adapun kegiatan yang di lakukan ialah :

  1. Pemeliharaan kesehatan ibu hamil dan juga menyusui serta bayi, anak balita dan juga anak prasekolah.
  2. Deteksi dini faktor resiko untuk ibu hamil.
  3. Pemantauan tumbuh kembang sang balita.
  4. Imunisasi Tetanus Toxoid 2 kali pada ibu
  5. Pengobatan bagi ibu, bayi, anak balita sert anak pra sekolah untuk macam-macam penyakit ringan.
  6. Kunjungan rumah untuk mencari ibu dan juga anak yang membutuhkan pemeliharaan
  7. Pengawasan dan juga bimbingan kepada taman kanak-kanak dan juga para dukun bayi serta kader kesehatan.

Proses Pemberdayaan Masyarakat bidang KIA ini emang memang tidak hanya proses memfasilitasi masyarakat dalam pembentukan sistem kesiagaan itu saja, namun juga merupakan proses fasilitasi yang terkait dengan upaya perubahan perilaku yakni : Upaya mobilisasi sosial demi menyiagakan masyarakat saat situasi gawat darurat, khususnya dalam membantu ibu hamil ketika bersalin. Upaya untuk meningkatkan partisipasi masyarakat di dalam menurunkan angka kematian. Upaya memakai  sumberdaya yang dimiliki oleh masyarakat dalam menolong wanita saat hamil dan persalinan. Merupakan proses pemberdayaan masyarakat sehingga nantinya mereka mampu mengatasi masalah mereka sendiri. Terakhir upaya untuk melibatkan laki-laki di dalam mengatasi masalah kesehatan.

Indikator dasar pelayanan kesehatan ibu dan anak yang pertama ialah puskesmas lewat pelayanan kesehatan di dalam dan luar gedung, melakukan semua program kesehatan Ibu dan Anak dengan cara menyeluruh, dengan memperhatikan beberapa indikator cakupan program KIA yang terpadu. Demikian artikel terkait .  Indikator kesehatan ibu dan anak, semoga bermanfaat untuk anda semua.

Baca artikel sebelumnya juga ya…

Kesehatan Gizi Ibu Menyusui Yang Perlu Dijaga

Dapat ALPHARD hanya dengan bekerja 3 jam per hari

Tips-cara-melangsingkan-tubuh-yang-sehat-aman-dan-alami

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *