Gambaran Kesehatan Anak Balita Di Indonesia

Kesehatan anak balita di Indonesia – Masalah kesehatan anak adalah salah satu masalah utama yang ada dalam bidang kesehatan yang sekarang ini terjadi dinegara Indonesia. Derajat kesehatan anak juga mencerminkan derajat kesehatan bangsa, karena anak sebagai generasi penerus bangsa mempunyai kemampuan yang bisa dikembangkan dalam meneruskan pembangunan bangsa. Berdasarkan alasan tersebut masalah kesehatan anak ini diprioritaskan dalam perencanaan atau penataan pembangunan bangsa.

Gambaran Kesehatan Anak Balita Di Indonesia

Angka kematian bayi ini juga menjadi indikator pertama dalam menentukan derajat kesehatan anak sebab merupakan cerminan dari status kesehatan anak sekarang ini. Tingginya angka kematian bayi di negara Indonesia di karenakan oleh berbagai faktor, diantaranya ialah faktor penyakit infeksi dan juga kekurangan gizi. Beberapa penyakit yang sekarang ini masih menjadi penyebab kematian terbesar dari bayi yang diantaranya penyakit diare, gangguan perinatal, tetanus serta radang saluran napas bagian bawah. Penyebab kematian bayi yang lain ialah berbagai penyakit yang sebetulnya bisa dicegah dengan imunisasi misalnya seperti tetanus, campak dan juga difteri. Hal ini terjadi sebab masih kurangnya kesadaran masyarakat untuk memberi imunisasi pada anak.

Selain itu, kematian pada bayi juga bisa di karenakan adanya trauma persalinan dan kelainan bawaan yang kemungkinan besar bisa di karenakan rendahnya status gizi ibu pada saat kehamilan dan juga kurangnya jangkauan pelayanan kesehatan serta pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan. Negara Indonesia juga masih mempunyai angka kematian bayi dan balita yang cukup tinggi. Masalah ini terutama dalam periode neonatal dan dampak dari penyakit menular utamanya ialah penyakit pneumonia, malaria serta diare yang ditambah dengan masalah gizi yang bisa menyebabkan lebih dari 80% kematian anak.

Adapun angka harapan hidup waktu lahir bisa dijadikan tolak ukur selanjutnya dalam menentukan derajat kesehatan sang anak. Dan dengan mengetahui angka harapan hidup, maka bisa diketahui sejauh mana pekembangan status kesehatan si anak. Hal ini sangat penting sekali dalam menetukan program perbaikan kesehatan anak yang selanjutnya. Usia harapan hidup juga bisa menunjukan baik atau buruknya staus kesehatan anak yang sangat terkait dengan berbagai faktor misalnya seperti faktor sosial, ekonomi, budaya dan lain sebagainya. Pemerintah juga telah membuat berbagai kebijakan untuk mengatasi persoalan kesehatan anak, khususnya ialah untuk menurunkan angka kematian anak yang diantaranya ialah meningkatkan mutu pelayanan kesehatan dan juga pemerataan pelayanan kesehatan.

Pertama untuk meningkatkan mutu pelayanan dan juga pemerataan pelayanan kesehatan yang ada di masyarakat telah dilakukan berbagai upaya, salah satunya ialah dengan meletakkan dasar pelayanan kesehatan pada sektor pelayanan dasar. Pelayanan dasar bisa dilakukan di puskesmas induk, posyandu, puskesmas pembantu dan juga unit-unit yang terkait di masyarakat. Semua bentuk pelayanan kesehatan juga perlu didorong dan digerakan untuk menciptakan pelayanan yang prima. Bahkan selain itu, cakupan pelayanan ini diperluas dengan pemerataan pelayanan kesehatan untuk semua aspek atau lapisan masyarakat. Bentuk pelayanan ini dilakukan dalam rangka jangkauan pemerataan pelayanan kesehatan. Upaya pemerataan tersebut bisa dilakukan dengan penyebaran bidan desa, fasilitas balai kesehatan, perawat komunitas, pos kesehatan desa serta puskesmas keliling.

Dan berkaitan dengan kematian bayi akibat persalinan, maka upaya yang bisa dilakukan ialah memperbaiki pelayanan kebidanan dan juga menyebarkan buku KIA, alat monitor kesehatan oleh tenaga kesehatan serta alat komunikasi antara tenaga kesehatan dengan pasien. Demikian artikel terkait kesehatan anak balita di Indonesia, semoga bermanfaat untuk anda semua.

Baca artikel sebelumnya juga ya…

Cara Menjaga Kesehatan Anak Agar Tidak Mudah Sakit

Dapat ALPHARD hanya dengan bekerja 3 jam per hari

Tips-cara-melangsingkan-tubuh-yang-sehat-aman-dan-alami

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *